5 Pertandingan Derby Sepak Bola Terpanas dan Bergengsi di Indonesia

5 Pertandingan Derby Sepak Bola Terpanas dan Bergengsi di Indonesia - Pertandingan derby adalah pertandingan antara tim olahraga (umumnya lokal) yang mempertemukan dua tim yang masing-masing memiliki rivalitas tersendiri. Pertandingan derby yang ada dapat terjadi karena persaingan prestasi antara kedua tim dalam dunia olah raga, persaingan antara dua tim satu kota yang membuat pertandingan menjadi bergengsi, ataupun suatu sebab lain yang menyebabkan kedua tim memiliki rivalitas.

Laga derby juga dapat diartikan sebagai suatu pertandingan sepak bola yang mempertemukan dua klub yang berasal dari kota yang sama.

Sudah pasti suatu derby akan panas, karena sarat akan emosi, gengsi dan harga diri sehingga melahirkan rivalitas.

Tak aneh jika satu pertandingan derby malah menjadi brutal baik dari para pemain ataupun para suporter. Maka dari itu pertandingan derby adalah pertandingan yang ditunggu-tunggu. Derby ini juga menyajikan tontonan yang seru.

Berikut kami (www.Penadwi.com) merangkum laga derby paling panas dan bergengsi di Indonesia. Boleh setuju atau tidak.

1. Persija vs Persib (Derby Indonesia)

Inilah derby Indonesia. Derby klasik yang sebenarnya tidak dalam satu daerah namun menjadi derby terpanas dan sangat bergengsi di Indonesia.

Derby Indonesia adalah pertandingan derby antara Persib Bandung dan Persija Jakarta. Mereka adalah rival bebuyutan semenjak tahun 1930-an. Pertandingan derby ini dianggap salah satu sebagai derby terkeras, paling ramai dan paling legendaris dalam sejarah persepak bolaan Indonesia.

Di tambah permusuhan abadi kedua suporter, The Jack dan Viking. Dulu kedua tim ini tidak ada rivalitas apa-apa. Menurut suatu berita, terjadi kesalah pahaman. Rusuh antar suporter sudah tak aneh jika kedua tim ini bertemu. Selalu banyak polisi yang berjaga dan parahnya, suporter tamu tidak mungkin ada yang berani memasuki kandang lawan. Budi Sudarsono adalah salah satu pemain yang pernah berseragam kedua tim ini.

2. Arema vs Persebaya (Derby Jatim)

Persebaya Surabaya dan Arema Malang menjadi rival sejak peleburan kompetisi perserikatan dengan Galatama menjadi Superliga Indonesia pada tahun 1994. Saat itu, kompetisi masih bernama Liga Indonesia, dan menggunakan sistem grup.

Walau sempat beberapa kali berbeda grup di penyelenggaraan Liga Indonesia yang formatnya sering berubah, aroma persaingan tetap muncul. Persebaya dan Arema menyebut diri mereka yang terbaik di kawasan Jatim, karena saat itu hanya kedua klub tersebut yang stabil di kompetisi Liga Indonesia.

Berdasarkan data Persebaya dan Arema bertemu pertama kali ketika Divisi Utama Liga Indonesia digulirkan pada tahun 1994. Di pertemuan pertamanya, Arema mampu menaklukkan Persebaya 1-0. Namun di perjumpaan kedua, giliran Persebaya menekuk Arema 3-2.

3. Semen Padang vs Sriwijaya FC (Derby Andalas)

Derby Andalas adalah derby antara dua tim asal pulau Sumatera, yaitu: Semen Padang dan Sriwijaya FC.

Derby ini merupakan derby yang paling sengit dan seru, dikarenakan kedua tim memperebutkan title sebagai klub sepak bola terbaik di Sumatera.

Selain itu, derby Andalas ini pun menyajikan pemain-pemain terbaik di Indonesia dan suporter fanatik kedua kubu.

4. Persiba, Mitra Kukar, Pusamania (Derby Kaltim)

Derby Kaltim (Kalimantan Timur) merupakan laga antara tiga tim terbaik asal Kalimantan Timur, baik itu Persiba vs Mitra Kukar, Persiba vs Pusamania, dan Mitra Kukar vs Pusamania.

Ketiga tim ini bukan hanya memperebutkan title sebagai klub sepak bola terbaik di Kalimantan Timur (Kaltim) saja, namun juga di pulau Kalimantan bahkan Indonesia.

5. PSS Sleman vs Persiba Bantul (Derby Mataram)

Derby Mataram atau Derby DIY adalah Derby yang mempertemukan antara dua klub asal Yogyakarta, yaitu: PSS Sleman dan Persiba Bantul.

Pernah ada kericuhan di laga derby kota gudek ini, yaitu pada bulan Maret, 2013 silam. Pertemuan uji coba PSS dengan Persiba Bantul di Stadion Maguwoharjo ini berlangsung panas. Pertandingan yang berkesudahan dengan skor 2-1 untuk kemenangan tuan rumah itu diwarnai kericuhan antar pemain.

Sejak diturunkannya pemain ke lapangan hijau, pendukung PSS langsung berulah. Lemparan kertas gulung menghujani lapangan, akibatnya pertandingan ditunda sekitar 12 menit dari rencana semula.

Bagikan: Facebook | Twitter