5 Sekolah Sepakbola (SSB) Terbaik Penghasil Pemain Bertalenta di Indonesia

SSB Terbaik di Indonesia

Tidak sedikit anak-anak bangsa yang memiliki bakat alami bermain sepakbola, bahkan banyak dari mereka tak sadar telah memainkan sang kulit bundar sejak usia dini, namun seringkali tak mendapat dukungan lebih dari lingkungannya maupun mendapatkan sarana yang memadai untuk dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya.

Untuk mengembangkan talenta sepakbola yang dimilikinya, anak-anak memerlukan tempat dan pihak yang tepat untuk menyalurkan serta mengasah bakat sepakbolanya, seperti sekolah sepakbola atau yang biasa dikenal dengan SSB.

Berikut ini adalah "5 Sekolah Sepakbola (SSB) Terbaik Penghasil Pemain Bertalenta di Indonesia".


1. ASIOP APACINTI (JAKARTA)

Sekolah sepakbola yang berdiri sejak tahun 1997 ini adalah salah satu SSB terbaik yang konsisten menelurkan pemain-pemain berkualitas. Bahkan, ASIOP adalah produsen pemain-pemain yang menjadi langganan tim nasional.

Nama-nama seperti Adam Alis, Andritany Ardhiyansah, Egy Melgiansyah dan Achmad Jufriyanto adalah beberapa pemain yang berasal dari ASIOP.

Menurut informasi yang kami sadur dari laman resmi mereka, ASIOP memiliki instruktur pelatih yang sudah sangat berpengalaman dan berlisensi.

ASIOP Apacinti sendiri sudah meraih berbagai prestasi baik di dalam negeri maupun internasional. Total dari tahun 2010, akademi ini sudah meraih kurang lebih 30 gelar.

Salah satu yang sempat menarik perhatian adalah gelar juara Danone Nations Cup pada tahun 2013 silam. Selain itu, mereka juga sukses menjuarai Gothia Cup 2016 lalu, yang ikut membuat Egy Maulana Vikri meroket.

SSB yang mempercayakan Yeyen Tumena sebagai Kepala Pelatih tersebut mempunyai dua program yang bisa dipilih oleh para peserta didiknya. Di antaranya Program Reguler dan Program Hobi.

Program Reguler dikhususkan bagi mereka yang ingin serius meniti karir sebagai pesepakbola. Ini disebut juga sebagai program prestasi karena terdapat jenjang usia mulai dari U-8 hingga U-16.

Sementara itu, Program Hobi diperuntukkan kepada mereka yang hanya ingin sekedar menyalurkan hasrat bermain sepakbola. Namun, mereka juga akan tetap mendapatkan pembelajaran mengenai teknik dasar sepakbola.


Baca Juga: 7 Fakta Menarik Mengenai Egy Maulana Vikri, Wonderkid Timnas Yang Dijuluki 'Messi' dari Indonesia


2. TULEHU PUTRA (MALUKU)

Selain Papua, Indonesia juga memiliki satu daerah yang rutin menelurkan pemain-pemain sepakbola berbakat. Tentu saja daerah yang dimaksud adalah Tulehu.

Hal itu tidak berlebihan, karena memang banyak sekali pemain-pemain dengan bakat olah bola luar biasa yang berasal dari timur Pulau Maluku ini. Dan, salah satu SSB yang mewadahi bibit-bibit tersebut adalah PS Tulehu Putra.

Adalah Sani Tawainella, sang pendiri SSB, yang berjasa besar dalam mencetak pemain-pemain berbakat asal Tulehu. Ia bersama rekannya, Raffi, adalah pendiri sekaligus pelatih di Tulehu Putra sampai pada tahun 2006 keduanya memutuskan memisahkan diri akibat adanya perselisihan internal.

Hendra Adi Bayauw, Fandi Ahmad Lestaluhu, Alfin Tuassalamony dan Rizky Ahmad Sanjaya Pellu adalah sedikit dari banyaknya nama-nama hasil binaan Tulehu Putra yang kini bisa dibilang sukses di level kompetisi nasional.


3. MITRA SURABAYA (SURABAYA)

Meski banyak sekali sekolah sepakbola yang bertebaran di kota Surabaya, namun Mitra Surabaya tetap mampu mempertahankan reputasi mereka sebagai pencetak pemain-pemain apik secara berkelanjutan.

Ya, SSB yang menggelar latihannya di Lapangan Lidah Wetan ini boleh dibilang sebagai salah satu SSB terbaik di Indonesia.

Peserta didik Mitra Surabaya diberikan pembinaan mentalitas dan moralitas. Jadi, tiap pemain diwajibkan untuk berperilaku baik di dalam maupun di luar lapangan.

Tak hanya itu, sisi akademik pun diperhatikan dengan baik oleh SSB yang diketuai oleh legenda Persebaya Surabaya, Mursyid Effendi, tersebut.

Evan Dimas muda belajar di SSB Mitra Surabaya sebelum meroket di timnas U-19. Satu nama jebolan Mitra Surabaya yang kini bermain di level nasional.


4. SEKOLAH OLAHRAGA RAGUNAN (SKO) (JAKARTA)

Sudah bukan rahasia lagi jika SKO Ragunan adalah salah satu wadah bibit pesepakbola terbaik di Indonesia. Siapa yang tak kenal dengan Ismed Sofyan, Erol Fx Iba, Andritany Ardhiyansah, Kurnia Meiga dan yang masih segar dalam ingatan, yakni Egy Maulana Vikri, mereka semua adalah hasil binaan sekolah olahraga cabang sepakbola ini.

Di sekolah tersebut disediakan fasilitas lengkap dengan sekolah reguler, seperti SD, SMP dan SMA. Hal ini membuat semua calon atlet mendapatkan porsi yang seimbang dan setara dengan anak-anak lainnya.

Seperti yang dilansir dari Kumparan, SKO Ragunan ini memiliki sistem degradasi. Itu artinya jika prestasi olahraga seorang siswa mengalami penurunan, maka ia akan diganti oleh siswa lain yang prestasi olahraganya cemerlang namun belum bersekolah di sekolah khusus olahraga, atau siswa yang pernah mengikuti seleksi namun belum terpilih.

Untuk bisa menjadi bagian dari sekolah olahraga ini, para calon siswa harus melalui empat tahap seleksi. Di antaranya, tes administrasi, tes kesehatan dan psikologi, tes fisik dan tes kemampuan di cabang olahraga masing-masing.


5. MAKASSAR FOOTBALL SCHOOL (MFS) 2000 (MAKASSAR)

Sebagai sekolah sepakbola yang didukung langsung oleh pemerintah kota Makassar, MFS 2000 menjadi tempat pendidikan kulit bundar yang paling mentereng di kota tersebut.

Lulusan-lulusan terbaik MFS 2000 yang bisa kita saksikan sekarang adalah Syamsul Chaerudin, Zulkifli Syukur, Hamka Hamzah, Rasyid Bakri dan Rahmat Latief.

Adalah Diza Rasyid Ali, wanita asli Makassar yang mendedikasikan seluruh hidupnya berkecimpung di kancah persepakbolaan Indonesia yang mendirikan sekolah sepakbola berprestasi ini.

Selama di bawah kepemimpinan Diza, MSF 2000 telah menyabet berbagai prestasi, yang paling diingat adalah sukses menjadi semifinalis Danone National Cup U-12 2006 silam.

Untuk masalah tempat latihan, pihak MSF 2000 sendiri menggunakan Lapangan Karebosi yang terletak di nol kilometer kota Makassar.